Dear My Family

Standard

Cobaan demi cobaan kita alami dalam keluarga kita ini, tahun 2000 kita telah kehilangan salah satu anggota keluarga yaitu Almarhumah mas Salim, tahun 2010 lalu bapak sakit dioperasi tepatnya awal tahun 2010, beliau sakit gula dan juga ada pendarahan otak dikepalanya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan terus bapak obat jalan dan hari demi hari mulai pulih kembali, kita sempat berkumpul kembali pada akhir tahun 2010  tepatnya saat Idul Adha keluarga om robert yang dari negeri German pun berkunjung kerumah, semua happy semua senang, terus kebahagiaan itu hanya bertahan sampai bulan april 2011, karena aku mengalami sakit yang parah dan cukup lama, sakit yang menurutku dan semua orang juga aneh karena sakitnya ga terdeteksi dan aku sembuh pas aku pulang kerumah.. setelah bed rest 2 bulan dirumah Alhamdulillah aku sembuh. dan aku sekarang lagi di Perth.

1 bulan lebih aku disini namun memasuki minggu ke-6 aku mendapat kabar buruk mengenai kesehatan bapaku, beliau kesehatannya menurun dan harus di masuk ICU, iya keluarga kita dapat cobaan lagi bapak tak sadarkan diri, dan adheku tetp yang aktif memberikan kabar kepadaku dan kakakku yang disingapore karena dengan kondisi mendadak kita tak bisa langsung pulang juga karena mesti banyak yang harus diurus tiket dll, kiat semua sedih dan terpukul banget karena bapak sampe drop begini, kata adhiku bapak penuh dengan kabel, kalo buat batuk kayaknya sakit banget, dan buat kencingpun harus pake selang, ya Allah aku membayangkan aja pasti dah sanget tersiksa, aku hanya mendengarkan adheku aku rasanya tak kuat lemas banget dan nangis sediih banget yang kurasakan,

Bapak yang sangat kurus, dia nampak tua dan lelah namun bapak tetap tabah, meski nafasmu kadang tersenggat memikul beban yang makin sarat kau tetap bertahan, bapak telah mengerti jalan kehidupan, keriput tulang pipimu gambaran perjuangan, bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari, kini kurus dan berbaring namun semangat tak pernah pudar.

Tiap malam berdoa dan ga tau kenapa aku merasa sedih banget dan ingat terus wajah Bapak sampe ngimpi ngigau sampe menangis, dan hari ini adheku kasih kabar kalao dokter udah give up, dan iya kita semua banyak berdoa  yang terbaik untuk bapak, dokter hanya perantara tetapi Allah yang menentukan. Allah adalah sebaik baiknya penyembuh dan penolong.

Keluargaku, Bapaku,  Ibuku, Mbaku, Masku, aku dan Adheku kita harus kuat yah dengan cobaan ini, kita harus ikhlas, sabar menghadapi semua ini, berat banget memang tetapi kita harus hadapi semua ini. 4 hari lagi aku pulang kita dapat berkumpul kembali maaf memang agak telat karena hanya itu tiket yang kudapat yang tercepat. I love you my family.

 

 

Advertisements

About ngik2

Hi my name is ngik2 I was born at karanganyar central java, and grew up with my family until adult 22 years old, after finished studies I move to jakarta to work. my blog are about my experience thoughts on things, and about all things happen happy and sad I started this blog because I released that there are a lot of things that I’d done in life that i would very much want to remember but somehow, time has taken its toll and i am starting to forget things. This blog is intended to be an online journal, that hopefully in years to come when I look back, I can see how far I’d come. I am also inspired to write this blog after reading some of the other bloggers’ blog, and hope one day my blog will be as inspiring as theirs

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s